Jumat, 27 November 2020

Cara Menghitung Subnetting


Pada postingan kali ini saya akan membagikan cara untuk menghitung subnetting.

Subnetting adalalah proses untuk membagi sebuah jaringan menjadi beberapa jaringan yang lebih kecil

dengan menggunakan Teknik subnetting skala jaringan akan menjadi lebih luas tanpa dibatasi oleh IP kelas A,B, dan C.

Alasan pembuatan subnetting yaitu :

  • Untuk mereduksikan traffic jaringan
  • Untuk mengoptimalkan performa jaringan
  • Mengefektifkan jaringan yang dibatasi

Dalam perhitungan subnetting ada beberapa yang yang berhubungan yaitu jumlah subner, jumlah host per subnet, blok subnet, dan alamat host broadcast.

IP address pada umumnya adalah 192.168.1.2 tapi kalian ada juga yang menulisnya 192.168.1.2/24 mengapa berbeda? Oke saya akan menjelaskannya, /24 didapat dari banyaknya angka 1 pada 24 bit subnetmask tersebut. subnetmasknya yaitu 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). banyaknya angka 1 dan 0 didapat dari konversi bilangan binner pada subnetmask.

Konsep ini disebut juga dengan CIDR yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1992 oleh IEFT.

Untuk memudahkan perhitungan dalam mencari subnetting kita bisa menggunakan tabel CIDR


CIDR ( Classless Inter Domain Routing)

CIDR merupakan sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan Sistem klasifikasi ke dalam kelas A,B,C,D dan E. Mekanisme CIDR ini lebih efisien dibandingkan dengan cara yang asli. CIDR membahi alamat IP ke dalam kelas-kelas. Subnetmask yang digunakan untuk melakukan subnetting juga berbeda-beda sesuai dengan kelasnya, misalnya :

Kelas C : /25 sampai /30

Kelas B : /17 sampai /30

Kelas A :/8 sampai /30

Berikut adalah table nilai CIDR :

Subnetmask

CIDR

Subnetmask

CIDR

255.128.0.0

/9

255.255.240.0

/20

255.192.0.0

/10

255.255.248.0

/21

255.224.0.0

/11

255.255.252.0

/22

255.240.0.0

/12

255.255.254.0

/23

255.248.0.0

/13

255.255.255.0

/24

255.252.0.0

/14

255.255.255.128

/25

255.254.0.0

/15

255.255.255.192

/26

255.255.0.0

/16

255.255.255.224

/27

255.255.128.0

/17

255.255.255.240

/28

255.255.192.0

/18

255.255.255.248

/29

255.255.224.0

/19

255.255.255.252

/30

 

Oke kita langsung latihan saja dengan soal agar lebih memahami tentang CIDR.

Perhitungan subnet hanya dilakukan pada host id masing-masing IP, untuk mempermudah saya akan memberi garis bawah pada setiap host id dilatihan.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------

CONTOH SOAL 1

IP address 192.168.10.0/25. Karena /25 maka subnetmasknya adalah 255.255.255.128 kita konversikan menjadi bilangan binner menjadi 11111111.11111111.11111111.10000000

  • Jumlah subnet = 2x (dimana x merupakan banyaknya angka 1 pada host id)

            21 = 2

  • Jumlah host per subnet = 2y – 2 (dimana y merupakan banyaknya angka 0 pada host id)

            =27 – 2 = 128 – 2 =126

  • Blok subnet = 256 – 128 (128 adalah nilai oktet terakhir pada subnetmask)

            = 128

  • Kita akan membuat tabelnya


                Keterangan :

                                Subnet                 = Sesuai blok subnet

                                Host pertama       = 1 angka setelah subnet

                                Host terakhir        = 1 angka sebelum Broadcast

                                Broadcast             = 1 angka sebelum subnet berikutnya

 

CONTOH SOAL 2

IP address 172.10.0.0/25. Karena /25 maka subnetmasknya adalah 255.255.192.0 kita konversikan menjadi bilangan binner menjadi 11111111.11111111.11111111.10000000

  • Jumlah subnet = 2x (dimana x merupakan banyaknya angka 1 pada host id)

            29= 512 subnet

  • Jumlah host per subnet = 2y – 2 (dimana y merupakan banyaknya angka 0 pada host id)

            =27 – 2 = 128 – 2 =126 host

  • Blok subnet = 256 – 128(128 adalah nilai oktet terakhir pada subnetmask)

            = 128

  • Kita akan membuat tabelnya

Subnet

172.10.0.0

172.10.0.128

172.16.1.0

Host Pertama

172.10.0.1

172.10.0.129

172.16.1.1

Host Terakhir

172.10.0.126

172.10.0.254

172.16.1.126

Broadcast

172.10.0.127

172.10.0.255

172.16.1.127


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blinking LED

  Oke setelah kita mengenal komponen, sensor dan Bahasa pemrograman Arduino, maka sekarang kita akan mencoba penerapannya. Pada Bahasa pemro...